LAMPUNG,— Harga karet global di bursa SGX-Sicom ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (29/5/2026), sekaligus menembus level Rp40.000 per kilogram. Penguatan ini menjadi salah satu kenaikan paling signifikan sepanjang Mei 2026 dan memperlihatkan sentimen positif yang kembali mendominasi pasar karet alam dunia.
Berdasarkan data perdagangan SGX-Sicom, harga karet tercatat sebesar US Cent 228,3/Kg atau setara Rp40.409/Kg dengan kurs Rp17.700 per dolar AS. Posisi ini naik Rp1.023/Kg dibandingkan perdagangan Selasa (26/5/2026) yang berada di level Rp39.386/Kg.
Lonjakan tersebut mempertegas tren bullish yang mulai terbentuk sejak awal kuartal kedua tahun ini. Setelah beberapa hari bergerak stabil di kisaran Rp39 ribuan per kilogram, pasar akhirnya menunjukkan akselerasi penguatan yang cukup tajam menjelang penutupan pekan terakhir Mei.
Menurut pantauan Pedagang yang enggan disebutkan identitas, kenaikan lebih dari Rp1.000/Kg dibanding perdagangan sebelumnya menjadi sinyal bahwa momentum bullish kembali menguat. Keberhasilan menembus Rp40.000/Kg bukan hanya pencapaian angka semata, tetapi juga menunjukkan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek karet alam.
“Secara keseluruhan, perjalanan harga sepanjang Mei memperlihatkan tren yang sangat positif. Meskipun sempat mengalami beberapa kali koreksi dan konsolidasi, arah utama pasar tetap bergerak naik hingga mencapai level tertinggi baru di penghujung bulan,” katanya dalam keterangan yang diterima media, pada Sabtu (30/05/2026).
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
– KK 100% : Rp40.409/Kg
– KKK 70% : Rp28.286/Kg
– KKK 60% : Rp24.245/Kg
– KKK 50% : Rp20.205/Kg
– KKK 40% : Rp16.164/Kg
– KKK 30% : Rp12.123/Kg
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Selain dipengaruhi dinamika pasar global, membaiknya harga karet juga dinilai tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, serta membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.
Sejumlah pelaku usaha dan petani karet menyebutkan bahwa kondisi harga saat ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan karet. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan komoditas perkebunan mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai jual hasil produksi rakyat.
Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, berbagai program penguatan ketahanan pangan, hilirisasi komoditas, peningkatan investasi, serta perbaikan iklim usaha dinilai turut menciptakan sentimen positif bagi sektor perkebunan nasional. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas unggulan, termasuk karet, menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan beberapa periode sebelumnya.
Meski demikian, para pelaku pasar mengingatkan bahwa harga karet tetap sangat dipengaruhi oleh permintaan industri global, kondisi ekonomi dunia, nilai tukar mata uang, serta perkembangan pasar komoditas internasional. Oleh karena itu, keberlanjutan tren kenaikan harga masih perlu didukung oleh stabilitas pasar dan peningkatan kualitas produksi dalam negeri.
Petani karet berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkebunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini menjadi sentra produksi karet nasional, (Red).
